Rabu, 11 Februari 2015
KOTA KUDUS
Kabupaten
Kudus adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.
Ibukota kabupaten ini adalah Kudus, berada di jalur pantai utara timur
Jawa Tengah, yaitu di antara (Semarang-Surabaya). Kota ini berada 51 km sebelah
timur Kota Semarang.
Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Selain itu Kudus juga dikenal sebagai kota santri, kota ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal itu dapat dilihat
dari terdapatnya tiga
makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Selain itu Kudus juga dikenal sebagai kota santri, kota ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal itu dapat dilihat
Asal nama
Nama
"Kudus" berasal dari Bahasa Arab yang berarti suci. Kudus bukan
sebagai satu-satunya kabupaten yang menyandang nama Arab di Tanah Jawa karena
Kabupaten Demak juga berasal dari Bahasa Arab.
Geografi
Sebagian
besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Di sebagian wilayah utara
terdapat pegunungan (yaitu Gunung Muria), dengan puncak Gunung Saptorenggo
(1.602 m dpl), Gunung Rahtawu (1.522 m dpl), dan Gunung Argojembangan (1.410 m
dpl). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat,
membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. Kudus dibelah oleh Sungai
Gelis di bagian tengah sehingga terdapat istilah Kudus Barat dan Kudus Timur.
Asal Usul Nama
Asal Usul Nama
Sejarah
Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus. Karena keahlian dan ilmunya, maka
Sunan Kudus diberi tugas memimpin para Jamaah Haji, sehingga beliau mendapat
gelar “Amir Haji” yang artinya orang yang menguasai urusan para Jama’ah Haji.
Beliau pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam. Ketika itu
disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang mati.
Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas. Atas
jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah,
yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian
wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan
sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus (lihat gambar).SUMBER:http://plat-kudus.blogspot.com



0 komentar:
Posting Komentar