Rabu, 11 Februari 2015
Sejarah Arema
Arema Indonesia adalah klub sepakbola Indonesia yang bermarkas di kota
Malang, Provinsi Jawa Timur. Asal muasal nama Arema diambil dari legenda
Malang yang bernama Patih Kebo Arema yang saat itu Kerajaan Singosari
diperintah oleh Raja Kertanegara. Semasa menjadi patih Singosari, Patih
Kebo Arema memiliki prestasi yang gemilang. Beliau mematahkan
pemberontakan Kelana Bhayangkara, pemberontakan Cayaraja serta
menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi dan akhirnya beliau
pun bisa menguasai Selat Malaka. Walaupun namanya kurang populer dalam
buku-buku sejarah dan kalah tenar dibandingkan Raja Kertanegara yang
disebut-sebut menjadi raja tersukses di Singosari, namun bagi warga
Malang, Patih Kebo Arema menjadi sosok yang sudah melegenda.
Awal mulanya terbentuk, klub memakai nama Aremada yang sebelumnya telah
melakukan penggabungan dua klub lokal Malang yaitu Armada 86 dan Arema.
Tujuan pembentukan klub saat itu pun bermaksud untuk mengembangkan
persepakbolaan di kota Malang yang saat itu didominasi oleh klub Persema
Malang.
Selang beberapa bulan kemudian nama klub diganti menjadi Arema 86,
namun upaya untuk mempertahankan klub Arema 86 banyak mengalami
hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama
VIII itu mulai terseok-seok karena kesulitan dana. Dari sinilah, Acub
Zaenal (mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode
80-an) dibantu oleh humas Persema yakni Ovan Tobing mengambil alih klub
dan berusaha menyelamatkan Arema 86 agar bisa tetap berjaya.
Nama Arema 86 pun diubah menjadi Arema dan ditetapkan berdirinya
tanggal 11 Agustus 1987 dan karena terlahir di bulan Agustus, simbol
Singo (Singa) pun muncul mengacu ke gambar horoscop bulan. Di awal
keikutsertaan klub Arema di kompetisi Galatama, Pemain-pemain seperti
Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin
(Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra
Surabaya), sampai kiper Dony Latuperisa berhasil direkrut untuk dilatih
oleh Sinyo Aliandoe.
Saat itu Liga Indonesia dibagi dua yakni: Liga tim semi-profesional
bernama Galatama dan satunya lagi Liga Perserikatan. Prestasi klub Arema
dikancah sepakbola nasional terbilang pasang surut dikarenakan
pembiayaan klub yang menjadi kendala utama. Meski demikian, mahkota
juara Galatama pernah direbut Arema tahun 1992 dengan modal
pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono,
Jamrawi dan eks pelatih PSSI M Basri.
Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema tercatat sudah tujuh kali masuk
putaran kedua yakni satu kali ke babak 12 besar (tahun 1997) dan enam
kali masuk babak 8 besar (tahun 2000, 2001, 2002, 2005, 2006 dan 2007).
Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah
dana dan dipertengahan musim kompetisi 2003 klub Arema akhirnya
diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk dan di akhir
musim Arema harus terdegradasi ke Divisi I. Tapi dengan kekuatan
finansial baru, Arema hanya satu musim berada di divisi satu dan kembali
promosi membawa status juara dari Divisi I. Sejak saat itu prestasi
Arema cenderung stabil hingga menembus Superliga.
Dua bulan Setelah kompetisi Liga Super Indonesia usai tepatnya tanggal 3
Agustus 2009 pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama Tbk akhirnya
melepas klub Arema ke kumpulan orang-orang peduli (konsorsium) dan klub
Arema malang pun berganti nama menjadi Arema Indonesia.
Musim 2009/2010 klub Arema berhasil meraih gelar jawara ISL setelah
musim sebelumnya hanya bertengger di pos ke-10. Namun musim berikutnya
kekuatan yang saat itu didominasi oleh tim Persipura akhirnya membuat
tim Arema harus puas berada di posisi runner up liga.
Klub Arema menggunakan Stadion Kanjuruhan untuk menggelar laga
kandangnya. Arema Indonesia adalah tim sekota dari Persema Malang.
Kelompok Suporter Arema terkenal sebagai salah satu supporter fanatik di
Indonesia yang disebut dengan julukan Aremania dan Aremanita.
Prestasi Arema Indonesia:
1992 Runner up Piala Galatama
1992/1993 Juara Galatama XII
2004 Juara Divisi Satu Liga Indonesia
2005 Juara Piala Indonesia
2006 Juara Piala Indonesia
2008 Runner Up Piala Gubernur Jatim
2009/2010 Juara Liga Super Indonesia
2010 Runner Up Piala Indonesia
2010/2011 Runner Up Liga Super Indonesia
Partisipasi di Liga Champions Asia
1993/94 Asian Club Championship (tidak lolos ke babak 6 besar setelah kalah agregat 3-6 dari Thai Farmers Bank Thailand)
2006 AFC Champions League (dicoret karena PSSI lalai mendaftarkan peserta AFC Champions League)
2007 AFC Champions League (gagal lolos dari babak penyisihan karena hanya menempati urutan ke-3)
2011 AFC Champions league ( berada di pos ke empat Group G )
Susunan Pemain
| Nama | Posisi | |
| 99 | Abblode Yao Rudy | Attacker |
| 10 | C. Gonzáles | Attacker |
| 11 | Samsul Arif | Attacker |
| 15 | Sunarto | Attacker |
| 0 | Hasyim Kipuw | Defender |
| 23 | Gilang Ginarsa | Defender |
| 2 | Purwaka Yudi | Defender |
| 19 | Benny Wahyudi | Defender |
| 0 | Fabiano Beltrame | Defender |
| 32 | Victor Igbonefo | Defender |
| 88 | Irsyad Maulana | Goalkeeper |
| 1 | Kurnia Meiga | Goalkeeper |
| 21 | I Made Wardana | Goalkeeper |
| 31 | Achmad Kurniawan | Goalkeeper |
| 19 | Ahmad Bustomi | Midfielder |
| 0 | Sengbah Kennedy | Midfielder |
| 44 | I Gede Sukadana | Midfielder |
| 14 | Arif Suyono | Midfielder |
| 77 | Juan Revi | Midfielder |
| 12 | Hendro Siswanto | Midfielder |
| 87 | Ahmad Farisi | Midfielder |
| 0 | Feri Aman Saragih | Midfielder |
| 41 | Dendi Santoso | Midfielder |
| 17 | Ahmad Noviandani | Midfielder |


0 komentar:
Posting Komentar